Monday, March 22, 2010

Manusia dan Harapan

Setiap manusia pasti memiliki harapan, karena manusia yang idak memiliki harapan berarti mausia tersebut mati dalam hidup. harapan- harapan tersebut juga tidak baik karena bila manusia memiliki harapan yang berlebihan maka manusia tersebut akan di tertawakan oleh orang-orang atau seperti pribahasa " Si Pungguk Merindukan Bulan ".

Setiap harapan pun tidak mungkin akan terjadi begitu saja karena harapan pun akan terjadi tergantung dari usaha dari manusianya itu dan juga manusia perlu percaya akan dirinya dan juga kepada tuhannya oleh karena itu kita sebagai manusia tdak boleh berhenti bedoa ke pada tuhan agar terkabulnya harapan manusia tersebut .

Cita-cita dan harapan memiliki persamaan yaitu :
  • keduanya menyangkut masa depan yang belum terjadi
  • Pada umumnya harapan dan cita-cita menyangkut pada keinginan untuk lebih baik atau meningkat.
sebab manusi memiliki harapan adalah kodrat dan kebutuhan hidup , kodrat ialah sifat, keadaan , atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia diciptakan oleh Tuhan. Misalnya Menangis, bergembira , berfikir, bejalan , berkata , mempunyai keturunan dan sebagainya . Setiap manusia memiliki semua kemampuan itu . dan dengan kodrat menyebabkan manusi memiliki keinginan dan harapan.
Sudah kodratnya seiap manusia memiliki bermacam-macam kebutuhan hidup pada garis besarnya dapat dibedakn menjadi kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani,
Dengan adanya dorongan kodarat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia memiliki harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu adalah :

  1. Kelangsungan hidup (Survival)
  2. Keamanan (Safety)
  3. hak dan kewajiaban mencintai dan di cintai (be loving and love)
  4. diakui lingkungan (status)
  5. Perwujudan cita-cita (self acualization)